Minggu, 07 Juli 2019

Latar Belakang


A.    


CERITA SINGKATDARI PUTRI ROSITA  DARI KULINER DOPLANG”

Hallo saudara-saudaraku semua, apa kabar? semoga semua dalam keadaan baik. Sebagaimana saya saat ini dalam keadaan sehat dan dalam lindunganNya. Di sini saya akan sedikit bercerita tentang keberadaan kuliner Doplang yang telah viral di media social dan juga marak di media cetak.
Sebagai gambaran Kuliner Doplang berada di Dusun Kembar RT 02/ RW 01 Desa Pandan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Tepatnya ke arah timur dari kota Wonogiri kira-kira 36 Km. Sementara ini Slogohimo mulai terkenal karena adanya kuliner tumpah yang diadakan di “Doplang”. Walau kuliner ini hanya di adakan pada setiap hari Minggu tetapi cukup menyedot  perhatian baik dari masyarakat setempat maupun dari luar daerah. Saya ikut berpartisipasi dalam kegiatan kuliner ini, disamping karena ingin belajar berdagang juga bisa untuk rekreasi dan silaturahhim dengan para pengunjung.  Uniknya kuliner ini bebas dari segala bentuk plastik termasuk pengunjung tidak diperbolehkan membawa plastik, dan di kuliner diwajibkan berkomunikasi menggunakan bahasa jawa, untuk melestarikan budaya jawa yang hampir punah, kuliner menggelar klenengan sederhana yang penabuhnya oleh generasi muda, nama - nama lapak menggunakan nama tokoh - tokoh pewayangan, juga para pedagang mengenakan pakaian lurik jawa, untuk para pria memakai surjan dan blangkon, sedang yang perempuan memakai kebaya dan jarik.  Kebetulan pasar ini pemrakarsanya adalah ibu Lilis Endang Hardiyanti, kakak dari mama saya.  Saya ikut berjualan di kuliner ini  berupa  minuman tradisional wedang pawon, kopi doplang, wedang jahe, teh poci, dan wedang sirsat. Sementara peedagang yang lain berjualan makanan tradisional seperti tiwul, pecel, gudangan, getuk, gatot, tape ketan, tape singkong, klemyem, buntil, dan lain-lain. Semua dibungkus memakai daun jati atau daun pisang, peralatan tempat berjualan menggunakan gerabah dan anyaman bambu.
Kegiatan kuliner di mulai dari jam 06.00 sampai dengan kira-kira pukul 11.00 atau menunggu pengunjung habis. Dan uniknya lagi  transaksi pembayaran untuk kuliner tidak diperkenankan menggunakan mata uang resmi langsung tetapi harus terlebih dahulu menukarkan koin kepada juru arto dengan sejumlah nominal tertentu setiap biji koinnya. Sedangkan koin pada setiap minggunya selalu berganti, koin yang digunakan pada minggu ini tidak berlaku untuk minggu berikutnya.
                Demikian saudaraku semua, apa yang dapat saya ceritakan secara singkat dari kuliner Doplang, untuk lebih jelasnya silahkan saudara berkunjung ke kuliner Doplang.

Matur nuwun….





Sugeng Rawuh Para Pengunjung Dhoplang
Di Minggu Pagi yang cerah, bergegaslah pedagang kuliner dhoplang untuk menjajakan masakan yang semalam telah mereka masak, dengan hati penuh harap pengunjung ramai memadati sepetak kebun jati yang tidak begitu luas namun tempat itu dapat memberikan kesejukan bagi para pengunjung.
" Sugeng enjang para rawuh sedaya ...sugeng rawuh... dan seterusnya sambutan kedatangan dari pengelola kuliner, suara itu menggema diantara pohon - pohon jati yang mulai tumbuh daunnya yang beberapa lama gugur adanya musim kemarau, diantara itu juga terdengar alunan gendhing kebogiro pertanda kuliner telah mulai dibuka. Antrian penukara koinpun mulai dipadati pengunjung dan lapak - lapak juga mulai berjubel para pengunjung. 
Sementara di pojok sana ada seorang perempuan yang berdiri sambil memandangi seluruh penjuru kuliner, kadang air mata menetes sebagai rasa syukur kepada Alloh yang Esa, dengan harapan dhoplang dapat membawa manfaat untuk masyarakat luas, kegiatannya turun temurun hingga anak cucu. Bahagia tidak harus dengan biaya yang mahal cukup refresing di dhoplang bersama keluarga.... salam hormat untuk pecinta kuliner dhoplang .



1 komentar: