A.
“CERITA SINGKATDARI PUTRI ROSITA DARI KULINER DOPLANG”
Hallo saudara-saudaraku semua, apa kabar?
semoga semua dalam keadaan baik. Sebagaimana saya saat ini dalam keadaan sehat
dan dalam lindunganNya. Di sini
saya akan sedikit bercerita tentang keberadaan kuliner Doplang yang telah viral
di media social dan juga marak di media cetak.
Sebagai gambaran Kuliner Doplang berada di Dusun Kembar RT 02/ RW
01 Desa
Pandan, Kecamatan Slogohimo,
Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah.
Tepatnya ke arah timur
dari kota Wonogiri kira-kira 36 Km. Sementara ini Slogohimo mulai terkenal karena
adanya kuliner tumpah yang diadakan di “Doplang”. Walau kuliner ini hanya di
adakan pada setiap hari Minggu tetapi cukup menyedot perhatian baik dari masyarakat setempat
maupun dari luar daerah. Saya ikut berpartisipasi dalam kegiatan kuliner ini,
disamping karena ingin belajar berdagang juga bisa untuk rekreasi dan
silaturahhim dengan para pengunjung. Uniknya kuliner ini bebas dari segala bentuk plastik
termasuk pengunjung tidak diperbolehkan membawa plastik, dan di kuliner
diwajibkan berkomunikasi menggunakan bahasa jawa, untuk melestarikan budaya
jawa yang hampir punah, kuliner menggelar klenengan sederhana yang penabuhnya
oleh generasi muda, nama - nama lapak menggunakan nama tokoh - tokoh
pewayangan, juga para pedagang mengenakan pakaian lurik jawa, untuk para pria
memakai surjan dan blangkon, sedang yang perempuan memakai kebaya dan
jarik. Kebetulan pasar
ini pemrakarsanya adalah ibu Lilis Endang Hardiyanti, kakak dari mama
saya. Saya ikut berjualan di kuliner
ini berupa minuman tradisional wedang pawon, kopi doplang, wedang jahe, teh poci, dan
wedang sirsat. Sementara peedagang yang lain berjualan makanan tradisional seperti
tiwul, pecel, gudangan, getuk, gatot, tape ketan, tape singkong, klemyem,
buntil, dan lain-lain. Semua dibungkus memakai daun jati atau daun pisang,
peralatan tempat berjualan menggunakan gerabah dan anyaman bambu.
Kegiatan kuliner di
mulai dari jam 06.00 sampai dengan kira-kira pukul 11.00 atau menunggu pengunjung habis. Dan uniknya lagi transaksi
pembayaran untuk kuliner tidak diperkenankan menggunakan mata uang resmi langsung
tetapi harus terlebih dahulu menukarkan koin kepada juru arto dengan sejumlah nominal tertentu setiap
biji koinnya. Sedangkan koin pada
setiap minggunya selalu berganti, koin yang digunakan pada minggu ini tidak
berlaku untuk minggu berikutnya.
Demikian
saudaraku semua, apa yang dapat saya ceritakan secara singkat dari kuliner Doplang, untuk
lebih jelasnya silahkan saudara berkunjung ke kuliner Doplang.
Sugeng Rawuh Para Pengunjung Dhoplang
Di
Minggu Pagi yang cerah, bergegaslah pedagang kuliner dhoplang untuk
menjajakan masakan yang semalam telah mereka masak, dengan hati penuh
harap pengunjung ramai memadati sepetak kebun jati yang tidak begitu
luas namun tempat itu dapat memberikan kesejukan bagi para pengunjung.
" Sugeng enjang para rawuh sedaya ...sugeng rawuh... dan seterusnya sambutan kedatangan dari pengelola kuliner, suara itu menggema diantara pohon - pohon jati yang mulai tumbuh daunnya yang beberapa lama gugur adanya musim kemarau, diantara itu juga terdengar alunan gendhing kebogiro pertanda kuliner telah mulai dibuka. Antrian penukara koinpun mulai dipadati pengunjung dan lapak - lapak juga mulai berjubel para pengunjung.
" Sugeng enjang para rawuh sedaya ...sugeng rawuh... dan seterusnya sambutan kedatangan dari pengelola kuliner, suara itu menggema diantara pohon - pohon jati yang mulai tumbuh daunnya yang beberapa lama gugur adanya musim kemarau, diantara itu juga terdengar alunan gendhing kebogiro pertanda kuliner telah mulai dibuka. Antrian penukara koinpun mulai dipadati pengunjung dan lapak - lapak juga mulai berjubel para pengunjung.
Sementara
di pojok sana ada seorang perempuan yang berdiri sambil memandangi
seluruh penjuru kuliner, kadang air mata menetes sebagai rasa syukur
kepada Alloh yang Esa, dengan harapan dhoplang dapat membawa manfaat
untuk masyarakat luas, kegiatannya turun temurun hingga anak cucu.
Bahagia tidak harus dengan biaya yang mahal cukup refresing di dhoplang
bersama keluarga.... salam hormat untuk pecinta kuliner dhoplang .







monggo rawuh di kuliner dhoplang
BalasHapus